FAIRYTALE
LOVE INSIDE
Part 1 : Saling Diam
Cinta lokasi itu emang indah sih, apalagi kalau cinloknya sama temen sekelas. Wow, serasa dunia milik berdua kali ya. Begitupula apa yang dirasakan oleh seorang cowo yang kini tengah menempuh studi di SMA KANZEN ini. Feby memendam rasa cintanya kepada temen sekelasnya yang bernama Rafita.
“Pagi Raf,” sapa feby malu-malu.
“Pagi juga feb,” balas cewe yang satu ini dengan senyum termanisnya.
Keduanya memang yang paling rajin di XI IPA 2 kalau datang ke sekolah. Tak salah, kalau teman-teman sekelas menobatkan mereka sebagai Pasangan Rajin 2011. Biasanya mereka selalu mengobrol bersama sambil menunggu teman-teman datang. Tapi, pagi itu nampak lain sekali, Feby seakan enggan ngobrol bareng Rafita. Alhasil, hanyalah keheningan yang tercipta.
“Heh, kok diem-dieman sih?” tanya Rizky teman sebangku Feby masuk kelas.
“Ga ada apa-apa kok ky,” timpal Feby menyembunyikan.
Rafita hanya bisa diam, tak menjawab. Bangku Rafita dan Feby memang deket, makanya mereka bisa akrab.
“Ah kalian ga asik banget,” Rizky keluar kelas, sambil meninggalkan mereka dalam keheningan.
Setelah, beberapa menit kemudian, satu per satu siswa mulai datang dan menempatkan diri di bangku mereka masing-masing. Kelas mulai terasa ramai dengan berbagai obral obrol yang terdengar seperti hiruk pikuk di pasar Ciamis, terutama para siswa wanita, ada yang mengobrol sinetron Putri yang Ditukar, kosmetik, gossip, kakak kelas yang jutek, ada pula yang mengoceh tentang game, ga jelas pokoknya.
Teeettt teeettt. Bel berbunyi sebagai pertanda pembiasaan dan pembelajaran dimulai. Semua siswa bersiap untuk menerima pelajaran.
=======================================================
Istirahat pun tiba, siswa berhamburan segera pergi ke kantin favorit mereka, jikalau mereka tidak ingin kehabisan mendapatkan tempat terbaik mereka.
Rafita bersama kedua temannya Indri dan Nellia, telah duduk di kantin sekolah dengan mie ayam yang telah siap mereka santap. Yummy..
“Wah kayanya enak tuh,, bagi dong…” goda Hari.
“Ah, ga modal loe, beli aja tuh sendiri, pake minta-minta ke gue segala,” timpal Indri.
“Hemat beb,” Hari membalas dengan menirukan gaya di iklan Axis.
“Bilang aja loe ga modal, pake ngomong hemat-hemat,” Nellia nimbrung.
“Hahaha,.. dasar loe pada, eh c’Feby mana? Kok ga bareng ama loe?” Tanya Rafita heran.
“Gue juga ga tau fit, dia malah ngilang gitu, gue juga mau minjem duit ke dia buat bayar hutang gue ke teh anceu, tapi malah gak ada tu anak, so ga da salahnya kan kalo gue minta pinjem ke eloe , hehe..”
“huuu . . . dasar kere…!!” seru mereka bertiga berbarengan.
=========================================================
@Perpustakaan
“Bu, ada bukunya A.A Navis ga? Yang Rubuhnya Surau Kami?” Tanya Rafita.
“Cari aja sendiri sana,” jawab pustakawati dengan sinis.
“ih, rese banget tuh orang,” gerutunya sambil berlenggang pergi.
Rafita mencari buku itu rak demi rak.
Ketika sedang serius mencara buku, rafita akhirnya menemukan buku itu.
“Nah, ini dia bukunya!”
Namun ada tangan lain yang bersamaan dengan tangannya mengambil buku yang sama.
“eh.. loe aja duluan deh raf,” kata seseorang itu yang tidak lain adalah Feby.
“eh ngga feb, loe aja duluan, gue nanti aja udah loe minjemnya,”
“ngga raf, kan tadi yang nemu ni buku duluan kan loe, jadi loe aja duluan yang minjem,” feby menghela nafas.
“hm,, ya udah, bener ni?” ada rasa gak enak di diri rafita.
“iya raf,”
Kemudian feby langsung salah tingkah, dan mengambil buku lain untuk dibacanya. Dia pikir itu kesempatan bagus buat PDKT. Tanpa basa-basi, mereka langsung memilih tempat membaca buku bersama di perpustakaan.
“buku apa tu feb? coba liat” rafita penasaran.
“hm,, ini raf,,” feby masih salah tingkah.
“Hah? Buku Reproduksi? Ngapain baca yang ginian feb? hahaha” rafita tertawa saat membaca judul buku yang feby ambil.
“eu,, anu,, raf,, ini gue salah ngambil, hehe,” wajah Feby berubah menjadi merah seperti kepiting rebus.
“ssssttttt…..! jangan berisik!” Pustakawati itu memperingati mereka dari mejanya.
Dan mereka berdua tertawa tertahan bersama.
-- to be continued --
created by: Gita Silvia Pamungkas